Ini Dia Sejarah Gunung Bromo, Gunung Terpopuler di Jawa Timur yang Menyajikan Keindahan Alamnya

Pendidikan —Selasa, 5 Oct 2021 13:30
    Bagikan  
Ini Dia Sejarah Gunung Bromo, Gunung Terpopuler di Jawa Timur yang Menyajikan Keindahan Alamnya
Image : pinterest

MALANG, DEPOSTMALANG

 

Siapa yang tidak mengenal kepopuleran gunung berapi yang masih aktif ini. Gunung yang paling terkenal di Jawa Timur dengan kunjungan yang paling ramai tiap tahunya. Ya inilah dia gunung bromo.

Gunung ini memiliki ketinggian 2.392 Meter dari atas permukaan laut dan berada pada empat lingkup kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Keadaan alam gunung bromo mempunyai lembah, ngarai, caldera, atau lautan pasir yang sangat luas sekitar 10 Km.

Gunung ini termasuk dalam satu kawasan Bromo Tengger Semeru National Park, dimana terdapat banyak objek wisata yang bisa kalian kunjungi bersama keluarga seperti, Gunung Semeru, Gunung Tengger, Gunung Batok, dan masih banyak wisata lainya.

Sebagai gunung berapi yang masih aktif, gunung bromo telah mengalami beberapa kali letusan dengan interval waktu yang teratur alam 20 abad ini, yaitu sekitar 30 tahun sekali. Letusan terbesar gunung bromo yaitu pada tahun 1974 dan kembali meletus pada tahun 2010.

Selain keindahan yang ada di gunung bromo, Salah satu upacar nya lah yang membuat gunung bromo menjadi tujuan destinasi wisata utama setiap tahunnya.

Upacara itu dikenal dengan upacara Kasodo, upacara yang di gelar setiap tahun pada bulan purnama yaitu di bulan Desember atau Januari.

Baca juga: HUT TNI Ke-76, Sejarah Lahirnya Tentara Nasional Indonesia

Baca juga: Berikut Wisata Alun Alun Kota Malang, Pesona Keindahan yang Menakjubkan

Baca juga: Cerita horor!! Mitos Misteri Hantu Wanita Penunggu Hutan Jati yang Menyeramkan

Asal muasal Upacara kasodo ini bermula pada abad ke-15 dimana diceritakan tentang seorang putri bernama Roro Anteng yang memimpin kerajaan Tengger dengan suaminya, Joko Seger. Pasangan ini dulu tidak mempunyai anak dank arena itu mereka berdoa dan memohon kepada dewa dewa gunung untuk diberikan anak.

 

Dari permohonan mereka ternyata dikabulkan, dewa memberi 24 anak dan mewajibkan bagi mereka untuk mengorbankan anak yang ke 25 untuk dilempar ke gunung berapi. Permintaan pun dilaksanakan sampai menjadi tradisi hingga saat ini. Tapi bukan membuang anak mereka ke dalam gunung berapi, tetapi… Rakyat Tengger ini melakukan upacara kasada dengan melemparkan hasil hasil bumi ke dalam kawah Bromo sebagi ucapan syukur atas panen nya yang diterima dan sebagai permohonan untuk panen yang lebih lagi di musim selanjutnya.

 

Meskipun memang penuh dengan bahaya, akan tetapi terdapat beberapa penduduk setempat yang masih melakukan kegiatan tersebut hingga ada beberapa penduduk mengambil resiko dengan naik turun ke kawah kembali untuk mengambil kembali barang barang yang sudah di korbankan yang di yakini sebagian penduduk dapat membawa keberuntungan.

 

Diatas berikut adalah mitos atau informasi tentang gunung bromo, tetapi disisi itu kita dapat mengetahui sejarah tentang gunung tersebut. Gimana apakah kalian tertarik untuk pergi liburan ke gunung bromo?? (Zn)

Baca juga: Resep Makanan, Cara Membuat Tteokbokki Pedas

Baca juga: Ini Dia Wisata Alam Brakseng, Wisata Alam yang Indah untuk Berfoto

Baca juga: Menyusuri Sejuta Keindahan Di Pantai Mawun Lombok Tengah

Editor: Zaen
    Bagikan  

Berita Terkait