Berikut Sejarah Singkat Bulu Tangkis, Istilah dan Cara Memainkannya

Pendidikan —Kamis, 21 Oct 2021 13:07
    Bagikan  
Berikut Sejarah Singkat Bulu Tangkis, Istilah dan Cara Memainkannya
Berikut Sejarah Singkat Bulu Tangkis, Istilah dan Cara Memainkannya / foto : pinterest

MALANG, DEPOSTMALANG

 

Bulu tangkis atau lebih dikenal dengan badminton adalah suatu olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga-rongga di bagian pemukulnya.

Dan memiliki gagang. Alat ini biasa dikenal dengan sebagai raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.

Sejarah bulu tangkis erat dengan asal-usulnya yang diperkirakan berkembang pertama kali di zaman Cina kuno.

Mengetahui pengertian bulu tangkis dan istilah-istilahnya cukup penting khususnya bagi mereka yang ingin menekuni permainan ini.

Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang cukup populer di Indonesia. Alat yang dibutuhkan untuk olahraga ini adalah raket dan shuttlecock (kok) yang berfungsi sebagai bola.

Berikut DEPOSTMALANG akan membagikan informasi tentang sejarah singkat bulu tangkis sebagai berikut : 

Sejarah Bulu Tangkis


Sejarah atau Asal-usul bulu tangkis diperkirakan berkembang pertama kali di zaman Cina kuno lewat permainan jianzi.

Jianzi merupakan permainan sederhana yang menggunakan shuttlecock dan kekuatan kaki.

Aturan untuk bermain bulu tangkis ini adalah menjaga agar shuttlecock tetap berada di udara selama mungkin dan tidak jatuh ke tanah.

Pemain dilarang menggunakan tangan dan hanya diperbolehkan memakai kaki.


Permainan Bulu tangkis ini menggunakan sebuah tongkat pemukul untuk menjaga shuttlecock tetap berada di udara dan tidak jatuh ke tanah.

Dahulu, kota Pune disebut sebagai Poona, karena itu permainannya juga disebut sebagai poona pada masa itu.

Baca juga: Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Terbitkan “Kamus Budaya Jawa” Versi Daring

Baca juga: Pembelian Club Newcastle United Menyeret Isu HAM

Sekitar pada tahun 1850, poona kemudian dipertunjukan ke Inggris oleh para tentara Kerajaan Inggris yang saat itu menjajah India. Kemudian pada tahun 1860, permainan yang awalnya disebut poona atau battledores ini mulai diganti namanya sebagai badminton.

Penyebutan ini dilakukan setelah permainan tersebut digelar di Badminton House milik Duke de Beaufort di Gloucestershire, Inggris. Sejak saat itu, permainan badminton menjadi populer dan mengalami perkembangan pesat terutama di Indonesia sendiri.

Badminton atau bulu tangkis ini kemudian dibawa oleh orang-orang Belanda dan akhirnya masuk ke Indonesia. Pada tanggal 5 Juli 1934, didirikan International Badminton Federation (IBF), sebuah organisasi yang mengatur kegiatan badminton di tingkat internasional.

Di Indonesia sendiri, organisasi Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mulai didirikan pada 5 Mei 1951. Indonesia kemudian resmi menjadi anggota IBF pada tahun 1953.

Istilah Pukulan dalam Bulu Tangkis

  1. Smash

Smash adalah istilah dalam badminton yang paling terkenal. Smash merupakan pukulan yang sifatnya kencang dan ofensif ke arah lawan. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Umumnya arah pukulan smash menukik dengan cepat.

  1. Drop shot

Pukulan tipuan dengan dorongan dan sentuhan yang halus mengarah ke arah dekat net lawan. Apabila smash dilakukan dengan kencang dan kekuatan penuh, maka Dropshot hanya di pukul dengan dorongan atau sentuhan yang pelan. Dropshot yang baik dilakukan jika jatuhnya shuttlecock dekat dengan net dan tidak melebihi garis ganda.

  1. Service over

Service over digunakan pada saat server kalah dalam sebuah rally sehingga giliran servis harus berpindah pada lawan. Service akan memberikan keuntungan pada pemain karena dapat memulai strategi sejak pukulan pertama.

  1. Deuce

Deuce dalam permainan bulu tangkis memiliki arti yaitu skor terikat atau skor sama (seri). Yaitu jika poin Keduanya 20-20. Posisi angka sama saat kedudukan seharusnya pada posisi set point atau game point sehingga harus mencari selisih 2 point lagi.


  1. Rally

Rally adalah berlangsungnya pertandingan bulutangkis yang dimulai sejak pemain melakukan service hingga mendapatkan satu poin. Rally yang panjang seringkali terjadi saat dua pemain memiliki kemampuan yang imbang.

  1. Backhand

Backhand adalah pukulan dengan arah depan raket dan telapak tangan membelakangi kok. Umumnya backhand digunakan untuk memukul bola yang datang ke sisi tangan non-dominan.

Baca juga: Kisah Misteri: Skeleton Lake, Misteri Tulang Belulang yang Menghuni Danau Roopkund India

Baca juga: Film Horor Kuntilanak Mangkujiwo, Bangkitnya Kuntilanak Mangkujiwo

  1. Forehand

Forehand merupakan pukulan mengayun dari belakang badan dengan arah depan raket dan telapak tangan menghadap kok.

  1. Netting

Netting adalah pukulan yang dilepaskan untuk menyeberangi area permainan dengan jarak setipis mungkin dengan net.

       9.Game Point

Game point merupakan posisi ketika pemain yang unggul tinggal berjarak satu poin lagi untuk menutup permainan.

  1. Match Point

Posisi ketika pemain yang unggul tinggal berjarak satu poin lagi untuk menutup gim yang menentukan akhir pertandingan.

  1. Rubber Game

Rubber game merupakan game ketiga yang menjadi penentu pemenang laga setelah kedua pemain sama kuat di dua game sebelumnya.

  1. Setting Point

Setting point merupakan suatu kondisi dalam satu game saat pemain sudah sama-sama mencapai angka 20. Pemenang ditentukan jika ada pemain unggul dua angka, maksimal di 30.

  1. Straight Game

Straight game merupakan istilah dalam permainan badminton yang tuntas dalam dua gim langsung untuk sang pemenang.


Itulah beberapa informasi sejarah singkatnya tentang bulu tangkis atau biasa disebut badminton (Zn)

Baca juga: Upacara You Yaihoro Mengikat Ganjar jadi Kesatria Suku Tobelo

Baca juga: Tanggapan PWI Pusat Terkait Uji Materi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

Editor: Zaen
    Bagikan  

Berita Terkait