Legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan di Air Terjun Sekar Langit

Wisata —Selasa, 21 Dec 2021 14:28
    Bagikan  
Legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan di Air Terjun Sekar Langit
pinterest

MAGELANG, DEPOSTMALANG.COM- Magelang sudah tidak asing lagi, kota kecil dengan banyak kenangan dan keindahan wisata seolah tak habis menyuguhkan banyak tempat wisata untuk dikunjungi.

Salah satunya adalah air terjun sekar langit, Air Terjun Sekar Langit memiliki ketinggian air mencapai 25 meter dari permukaan telaga.
Yang lebih unik adalah Airnya tidak pernah mengering sehingga mengalir di tiap musim. Kondisi di sekitar air terjun yang berada di lereng Gunung Telomoyo, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga ini, masih terlihat alami.

Jangan diragukan lagi keindahan di wisata ala mini, air deras dengan genangan yang menyegarkan membuat siapapun yang melihatnya ingin segera terjun menikmati kesegaran air terjun sekar langit.

Air terjun ini beberapa kali dijadikan sebagai lokasi syuting, s alah satunya adalah film kerajaan berjudul tutur tinular.

Legenda Jaka Tarub

Di balik keindahan alamnya, wisata Air Terjun Sekar Langit menyimpan legenda Jaka Tarub dan bidadari bernama Nawangwulan. Hal itu bermula dari kemunculan makhluk ghaib berwujud angsa emas di sekitar lokasi air terjun.

 

Baca juga: Mengintip Cantiknya Batu Night Spectacular

Jaka Tarub yang mengintip dari celah pepohonan kemudian mencuri selendang milik Nawangwulan. Akhirnya, mereka menikah dan hidup bahagia dikarunia putri bernama Nawangsih atau sebagian menyebut Nawangsari.

Hal inilah juga yang sering kali dianggap mitos para masyarakat jika air dari Sekar langit bisa menyembuhkan dan dijadikan obat.

Lokasi Air terjun sekar langit

Air Terjun Sekar Langit, yang dikaitkan dengan legenda Jaka Tarub dan Nawangwulan, seorang bidadari dari khayangan. wisata yang berada di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang

Untuk mencapai lokasi, pengunjung hanya menempuh jarak sekitar 600 meter atau 10 menit dari pintu masuk. Pohon bambu yang menjulang di sepanjang jalan menambah keindahan pemandangan menuju lokasi./ rs

 

Baca juga: Gereja Kayutangan, Saksi Bisu Eksistensi Umat Katolik di Malang

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait